Materi Siaga Bencana Pada Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Bali

  • Luh Ayu Tirtayani Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Nyoman Jampel Universitas Pendidikan Ganesha

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan materi siaga bencana pada kurikulum pendidikan anak usia dini. Beberapa tahun terakhir, frekuensi bencana di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup tajam, mulai dari bencana alam sampai dengan bencana ulah manusia. Pasca kejadian tsunami di Aceh tahun 2004 dan gempa bumi Yogyakarta tahun 2006, perhatian pemerintah Indonesia tentang bencana meningkat. Namun demikian, fenomena bencana alam lain seperti gempa, banjir dan angin kencang adalah fenomena yang relatif tetap frekuensinya sepanjang tahun. Situasi demikian telah mendorong pemerintah, berdasarkan himbauan Perserikatan Bangsa- bangsa (PBB), untuk melakukan program pengurangan risiko bencana melalui pendidikan bencana yang diimplementasikan di sekolah-sekolah. Ide tentang pendidikan bencana ini adalah menciptakan langkah pertama dalam mempersiapkan budaya dan generasi siaga bencana. Oleh karena itu, penelitian ini hendak menguji sampai sejauh mana kurikulum pendidikan bencana tersebut diimplementasikan pada jenjang pendidikan anak usia dini. Penelitian ini memfokuskan studi atas materi dan kurikulum siaga bencana di Bali. Studi ini dilakukan di tiga kabupaten rawan bencana yaitu Buleleng, Badung, dan Karangasem,yang karakteristik wilayahnya mewakili bencana puting beliung, banjir, dan letusan gunung berapi. Studi ini  menganalisis secara deskriptif kurikulum Taman Kanak-kanak (TK) yang ada di lokasi bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi siaga bencana tidak diimplementasikan secara maksimal ke dalam proses pembelajaran. Rendahnya pemahaman guru mengenai karakteristik bencana di daerahnya masing-masing menjadikan minimnya pembelajaran bencana yang mampu dihadirkan di kelas secara kontekstual. Dampaknya, anak-anak didik usia dini tersebut tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bencana dan reaksi secara tepat terhadap situasi tersebut.

References

Adiyoso, W. & Kanegae, H. (2013). Efektifitas dampak penerapan pendidikan kebencanaan di sekolah terhadap kesiapsiagaan siswa menghadapi bencana tsunami di Aceh, Indonesia. Majalah Perencanaan Pembangunan, Edisi 03/Tahun XIX/2013, p. 31-44. Dapat dibuka pada https://www.bappenas.go.id/files/majalah_perencanaan

Amri, A., Bird, D. K., Ronan, K., Haynes, K., & Towers, B. (2017). Disaster risk reduction education in Indonesia: challenges and recommendations for scaling up. Natural Hazards and Earth System Sciences, 17(4), 595–612. https://doi.org/10.5194/nhess-17-595-2017

Fanany, I., Washington, S. K., Earthscan, D. C., & Husein, R. A. M. A. (2010). Post- disaster reconstruction: Lessons from Aceh, 87–90.

Freeman, C., Nairn, K., & Gollop, M. (2015). Disaster impact and recovery: What children and young people can tell us. Kōtuitui: New Zealand Journal of Social Sciences Online, 10(2), 103–115. https://doi.org/10.1080/1177083X.2015.1066400

Kementerian Pendidikan Nasional. (2010). Pengarusutamaan pengurangan risiko bencana di sekolah, Surat Edaran Menteri No. 70a/SE/MPN/2010. Jakarta: Kemententerian Pendidikan Nasional RI.

Khairuddin, & Niswanto. (2014). Pengintegrasian pengetahuan kebencanaan ke dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SD Sekota Banda Aceh. Jurnal Tabularasa PPS Unimed, 11(1), 29–49.

King, T. A., & Tarrant, R. A. C. (2013). Children’s knowledge, cognitions and emotions surrounding natural disasters: An investigation of Year 5 students, Wellington, New Zealand. Australasian Journal of Disaster and Trauma Studies, 1, 17–26.

Malau, S. (2017). Akibat Erupsi Gunung Agung, 43.358 Orang Mengungsi di 229 Titik Lokasi Pengungsian. Diunduh pada http://www.tribunnews.com/nasional/2017/ 11/30/akibat-erupsi-gunung-agung-43358-orang-mengungsi-di-229-titik-lokasi- pengungsian

Pusat Kurikulum. (2009). Modul pelatihan pengintegrasian pengurangan risiko bencana ke dalam sistem pendidikan: Jenjang pendidikan dasar dan menengah. Jakarta: Pusat Kurikulum, SCDR & UNDP.

Putri, A. D. (2017). Pentingnya pendidikan untuk penanggulangan dan darurat Bencana. Dapat diunduh pada https://nasional.kompas.com/read/2017/12/18/ 17034841/pentingnya-pendidikan-untuk-penanggulangan-dan-darurat-bencana.

Rasban, S. (2018). Anak-anak dan perempuan selalu jadi korban bencana. Diunduh pada http://mediaindonesia.com/read/detail/148677-anak-anak-dan-perempuan- selalu-jadi-korban-bencana

Rustam, W. (2015). Perempuan adalah Korban Terbesar dari Berbagai Bencana yang Terjadi. Jurnal Perempuan, 15 September 2015.

Ronan, K. R., & Johnston, D. (2015). Promoting community resilience in disasters: The role for schools, youth and families. New York: Springer.

Semiawan, C. R. (2008). Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar. Jakarta: Indeks.
Suryatmojo, H. (2017). Bencana hidrometeorologi, apa itu? Diunduh pada http://konservasidas.fkt.ugm.ac.id/2017/03/23/bencana-hidrometeorologi-apa-itu/

Suryowati, Esti (2017). "BNPB Mencatat Ada 2.271 Bencana Alam Sepanjang 2017". Diunduh pada https://nasional.kompas.com/read/2017/12/21/17505651/bnpb- mencatat- ada-2271-bencana-alam-sepanjang-2017.
Published
2018-08-09
How to Cite
TIRTAYANI, Luh Ayu; JAMPEL, I Nyoman. Materi Siaga Bencana Pada Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Bali. Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Peranan Psikologi Bencana Dalam Mengurangi Risiko Bencana, [S.l.], p. 186-199, aug. 2018. Available at: <http://www.new-ejournal.unbi.ac.id/index.php/semnaspsikologibencana/article/view/77>. Date accessed: 11 july 2020.